• January 5, 2022
Pakar-AS-menyerukan-hak-anak-autis-yang-tidak-boleh-dilupakan

Pakar AS menyerukan hak anak autis yang tidak boleh dilupakan

Dosen Pendidikan Luar Biasa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS Joko Yuwono mengakui bahwa anak autis memiliki hak yang harus dipenuhi selama masa pandemi Covid-19.

“Terutama dalam hal akses kesehatan. Ini yang terpenting bagi anak autis di masa pandemi Covid-19,” ujarnya saat diluncurkan website UNS, Sabtu (4 Maret 2021).

Ia mengatakan orang tua dan guru juga harus memastikan anak autis tetap berada di rumah

Baca Juga: Jumlah Peminat AS Akan Meningkat Melalui Jalur SNMPTN 2021

Joko juga mengatakan bahwa anak autis juga harus memiliki akses pendidikan.

Orang tua dan guru perlu memastikan pendidikan yang bermakna dan tepat untuk anak autis.

Guru dapat menyiasatinya dengan mengembangkan kreativitasnya untuk menjangkau anak-anak.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

“Meski begitu, orang tua dari anak autis dapat memaksimalkan aktivitas di rumah untuk merangsang tumbuh kembang anak sehingga dapat terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Tentu saja, ketika mengasuh anak autis, orang tua menghadapi berbagai masalah.


4 tantangan untuk menjadi orang tua

Joko mengatakan orang tua menghadapi 4 tantangan yang berkaitan dengan diri mereka dan anak autis mereka, keluarga, profesional dan masyarakat.

Masalah anak autis bisa disebut sebagai masalah utama.

Baca juga: Pakar Unpad: Vaksinasi Covid-19 Harus Diberikan Pada Orang Sehat

Hal ini dikarenakan orang tua sering dihadapkan pada perilaku anak autis yang sangat rumit dan pengobatannya memakan waktu yang lama.

Masalah keluarga, kata dia, merupakan co-problem akibat kehadiran anak autis.

Demikian juga pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan profesional dalam menghadapi hubungan masyarakat.

“Orang tua menghadapi masalah kehidupan di masyarakat dan reaksi keluarga dari pasangan, mertua, atau bahkan di dalam keluarga sendiri,” katanya.

Lebih realistis bagaimana orang tua sendiri menghadapi perilaku anak autis mereka.

“Karena mengasuh anak autis itu tidak mudah, perlu dukungan berbagai pihak,” ujarnya.
Kekuatan keluarga inti

Kekuatan ini bisa datang dari keluarga inti, suami, istri, anak, dan menantu.

“Bersama adalah cara terbaik untuk menghadapi masalah dan meraih masa depan anak menjadi lebih baik,” ujarnya.

Joko berharap anak autis mendapat perhatian lebih untuk pendidikannya, mendapatkan akses ke dunia kerja dan biaya penanganan anak autis menjadi lebih terjangkau.

Baca Juga: Mahasiswa, Ikuti 5 Tips Investasi Menghasilkan Uang

“Semoga anak-anak autis mendapat perhatian lebih dan akses pendidikan ke dunia kerja. Dan semoga banyak guru yang memahami anak autis dan biaya penanganan anak autis bisa lebih murah,” ujarnya.

LIHAT JUGA :

https://paskot.id/
https://politeknikimigrasi.ac.id/
https://stikessarimulia.ac.id/
https://unimedia.ac.id/
https://www.hindsband.com/
https://savepapajohns.com/
https://mudikbumn.co.id/