• December 14, 2021
Hari-ini-dalam-Sejarah-Dari-Suharto.-Program-wajib-sekolah-diluncurkan

Hari ini dalam Sejarah: Dari Suharto. Program wajib sekolah diluncurkan

37 tahun yang lalu hari ini, pada tanggal 2 Mei 1984, mantan Presiden Republik Indonesia, Suharto, mencanangkan program wajib belajar.

Harian Kompas memberitakan pada 3 Mei 1984 bahwa Suharto telah mencanangkan wajib belajar di Stadion Utama Senayan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

Sekitar 110.000 pengunjung tersapu oleh kemeriahan. Sirene melolong, balon terbang dan merpati memenuhi lapangan.

Acara peresmian dimeriahkan oleh berbagai atraksi dan hiburan seperti drum band, lagu “Halo-Halo Bandung”, tarian massal dan penerbangan hydrofoil.

Dalam sambutannya, Suharto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif mensukseskan gerakan wajib belajar.

Suharto menyatakan bahwa gerakan wajib belajar baru bisa dilaksanakan setelah Indonesia merdeka selama 39 tahun.

Bukan berarti pembangunan pendidikan terbengkalai, tetapi karena program ini harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Suharto Diangkat Menggantikan Soekarno Sebagai Presiden
Tentang studi wajib

Dengan ditetapkannya wajib belajar, semua anak usia 7-12 tahun

memiliki kesempatan yang sama dan adil untuk mengenyam pendidikan dasar.

Kesempatan yang sama diberikan kepada mereka yang berada di kota-kota besar, desa-desa, lembah-lembah pendidikan, dan pegunungan terpencil.

Menurut Harian Kompas 2 Mei 1984, pencanangan wajib belajar bertujuan untuk menarik minat anak usia sekolah (7-12 tahun).

Alasan utama diluncurkannya program ini adalah karena masyarakat Indonesia ingin maju. Satu-satunya cara untuk melakukan ini adalah melalui pendidikan.

Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia sedikit berbeda.

Di Indonesia, wajib belajar diartikan sebagai kewajiban pemerintah, orang tua, dan masyarakat

untuk menyediakan fasilitas belajar.

Anak usia sekolah memiliki hak penuh atas pengajaran. Hal ini merupakan pelaksanaan amanat Pasal 31 (1) UUD 1945.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Majalah Time Dibayar Rp 1 Triliun Karena Pencemaran Nama Baik Suharto
Dimulai sejak 1953

Gerakan wajib sekolah telah dibawa ke forum FREP sejak tahun 1953.

Pernyataan pimpinan Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan saat itu disambut hangat oleh perwakilan rakyat.

Sayangnya, implementasinya terbentur masalah anggaran.

Hal ini dapat dimengerti ketika Anda menganggap bahwa keuangan pemerintah cukup suram pada saat itu. Biaya pengenalan sekolah wajib sekarang cukup tinggi.

Tetap saja, ide itu tidak mati.

Pada tahun 1954 ide tersebut digunakan untuk pergerakan informasi daerah.

Baca juga: Setahun yang lalu hari ini kita semua diminta bekerja dan belajar dari rumah…
Test drive di daerah

Pada tahun 1955, wajib belajar diujicobakan di beberapa Dati II (kabupaten/kota). Pada tahun 1969, 154 Dati II telah mengupayakan wajib belajar.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk membantu terciptanya program wajib belajar. Sekolah dasar reguler (konvensional) dan sekolah dasar Islam ditawarkan untuk anak-anak normal.

Ada SD Pamong dan program Kejar Paket A untuk anak-anak kurang mampu secara ekonomi. Di daerah terpencil dengan populasi kecil, mereka disediakan SD Kecil.

LIHAT JUGA :

https://indi4.id/
https://connectindonesia.id/
https://nahdlatululama.id/
https://www.bankjabarbanten.co.id/
https://ipc-hm2020.id/
https://sinergimahadataui.id/